Langsung ke konten utama

Media Pembelajaran Pendidikan Administrasi Perkantoran


Media Pembelajaran
Pembelajaran K3 dengan Video Animasi


    Assalamu'alaikum Wr. Wb.


Nama: Alifia Rafa Nur Triandini
NIM: 7101418087
Rombel: PAP IUP 18
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG


Dosen Pengampu:
  1. Agung Kuswantoro, S. Pd., M. Pd.
  2. Ahmad Saeroji, S. Pd., M. Pd.

A. Media Pembelajaran

Materi yang saya pilih adalah K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) Perkantoran dalam mata pelajaran Otomatisasi dan Tata Kelola Sarana dan Prasarana.

Media yang saya gunakan adalah audio visual berupa video. Alasan saya memilih media audio visual karena simple dan mudah dipahami. Audio visual yang berarti menampilkan tidak hanya suara namun juga objeknya (dapat dilihat), dengan begitu pembelajaran akan lebih mudah dimengerti. Saya mengibaratkan media audio visual ini seperti sebuah buku prosedur bergambar, audionya yaitu tulisan yang berisi langkah-langkah (prosedur) dan visual yaitu ilustrasi dari setiap langkah. Banyak yang tidak paham apabila teks prosedur hanya sebatas tulisan saja namun jika disisipkan ilustrasi selain lebih menarik, ilustrasi tersebut dapat membantu seseorang yang akan menjalani prosedur tersebut.

Video untuk pembelajaran dapat dibuat sesuai ide dan kreativitas masing-masing dan semenarik mungkin agar para penonton tidak bosan. Videonya dapat berupa film pendek atau dokumenter, animasi dengan narasi, dan lain-lain. Audio dalam video selain untuk narasi atau menjelaskan, juga dapat sebagai penghibur/pengisi suasana, yang mana audionya dipilih sebaik mungkin agar tidak membosankan dan tidak bertabrakan dengan materi yang dibahas.

Alasan saya memilih media pembelajaran ini karena materi K3 Perkantoran yang di dalamnya terdapat materi tentang prosedur/tata cara tentunya tidak hanya cukup dijelaskan dengan kata-kata, siswa butuh gambaran/contoh untuk memahaminya. Karena itu saya menggunakan aplikasi VideoScribe dari Sparkol untuk membuat video animasi (media pembelajarannya).

VideoScribe cukup mudah digunakan dan memiliki fitur yang lengkap, di dalamnya tersedia banyak gambar dan template yang membantu membuat video animasi sehingga kita tidak perlu menggambarnya lagi. Jika ingin menambahkan gambar dari perangkat kita sendiri juga bisa. Materi disajikan dalam bentuk animasi dengan tampilan yang menarik sehingga siswa tidak merasa bosan.

B. Penilaian Hasil Belajar

1. Penilaian Sikap Religius

    1.1. Teknik : Observasi

    1.2. Instrumen : Lembar observasi (checklist)

No

Nama Siswa

Hasil Pengamatan

1

2

3

4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan:

1 : Berdoa sebelum pembelajaran

2 : Berdoa selesai pembelajaran

3 : Mengucapkan salam

4 : Menjawab salam


2. Penilaian Sikap Sosial

    2.1. Teknik : Observasi

    2.2. Instrumen : Lembar observasi

NO

NAMA

SIKAP

Peduli

Bertanggung jawab

Disiplin

Santun

Percaya diri

Jujur

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


3. Penilaian Pengetahuan

    3.1. Teknik : Tes tertulis

    3.2. Instrumen : Soal essay

SOAL ESSAY

1. Apa yang dimaksud dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Perkantoran? Jelaskan!

2. Sebutkan tujuan diterapkannya K3 berdasarkan Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja!

3. Sebutkan empat pengklasifikasian kecelakaan kerja menurut ILO, serta contohnya masing-masing tiga!

4. Gambarkan teori Gunung Es kecelakaan kerja!

5. Bagaimana ergonomic mempengaruhi produktivitas kerja?

KUNCI JAWABAN

1. K3 Perkantoran adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan karyawan melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di kantor.

2. Tujuan utama penerapan K3 berdasarkan Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tersebut antara lain:

    1) Melindungi dan menjamin keselamatan setiap tenaga kerja dan orang lain di tempat kerja.

    2) Menjamin setiap sumber produksi dapat digunakan secara aman dan efisien

    3) Meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas Nasional.

3. Menurut Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) tahun 1962 dalam Suma’mur (1987), klasifikasi kecelakaan kerja adalah sebagai berikut:

·         Berdasarkan jenis pekerjaan

Ø  Terjatuh

Ø  Tertimpa benda jatuh

Ø  Tertumbuk atau terkena benda-benda

Ø  Terjepit oleh benda

Ø  Gerakan-gerakan melebihi kemampuan

Ø  Pengaruh suhu tinggi

Ø  Terkena arus listrik

Ø  Kontak bahan berbahaya atau radiasi

·         Berdasarkan penyebab

Ø  Mesin, misalnya mesin pembangkit tenaga listrik, mesin penggergajian kayu, dan sebagainya.

Ø  Alat angkut dan angkat, misalnya mesin angkat dan peralatannya, alat angkut darat, udara dan air

Ø  Peralatan lain misalnya dapur pembakar dan pemanas, instalasi pendingin, alat-alat listrik, bejana bertekanan, tangga, scaffolding dan sebagainya.

Ø  Bahan-bahan, zat-zat dan radiasi, misalnya bahan peledak, debu, gas, zat-zat kimia, dan sebagainya.

Ø  Lingkungan kerja (diluar bangunan, didalam bangunan dan dibawah tanah).

·         Berdasarkan sifat luka atau kelainan

Ø  Patah tulang

Ø  Dislokasi (keseleo)

Ø  Regang otot

Ø  Memar dan luka dalam yang lain

Ø  Amputasi

Ø  Luka di permukaan

Ø  Gegar dan remuk

Ø  Luka bakar

Ø  Keracunan-keracunan mendadak

Ø  Pengaruh radiasi

·         Berdasarkan letak kelainan atau luka di tubuh

Ø  Kepala

Ø  Leher

Ø  Badan

Ø  Anggota atas

Ø  Anggota bawah

Ø  Kelainan umum

4. 


5. Ergonomi mempunyai peran yang sangat besar dalam lingkungan kerja. Hal ini dibuktikan dengan semua bidang pekerjaan selalu menerapkan konsep ergonomi. Ergonomi ini diterapkan pada dunia kerja agar pekerja merasa nyaman dan aman dalam melakukan pekerjaannya. Dengan begitu, maka kelelahan kerja baik kelelahan fisik maupun kelelahan psikis akan berkurang. Apabila kelelahan kerja berkurang   maka   tidak   akan   banyak   terjadi   kesalahan   kerja   dan   penyakit   akibat   kerja. Kecepatan dan   ketepatan   kerja   karyawan   pun   akan   meningkat   sehingga   kinerja   dan keluaran dalam proses produksi akan meningkat atau dengan kata lain produktivitas kerja para karyawan akan meningkat.

    KISI-KISI

NO

MATERI

KISI-KISI

C1

C2

C3

C4

C5

1

Menjelaskan K3 Perkantoran

 

 

 

 

 

2.

Menyebutkan tujuan K3 berdasarkan UU No. 1 Tahun 1970

 

 

 

 

 

3.

Mengklasifikasikan kecelakaan kerja menurut ILO

 

 

 

 

 

4.

Menggambarkan teori Gunung Es Kecelakaan Kerja

 

 

 

 

 

5.

Menjelaskan pengaruh ergonomic terhadap produktivitas kerja

 

 

 

 

 


Keterangan:
C1: Mengingat

C2 : Memahami

C3 : Menerapkan

C4 : Menganalisis

C5 : Mengevaluasi

Pedoman Penskoran

    Kriteria Penskoran

    Jawaban yang paling mendekati kunci jawaban

Soal Nomor

Bobot

1

10

2

15

3

30

4

30

5

15

A (Sangat baik)    : Apabila memperoleh skor 90 – 100

B (Baik)                : Apabila memperoleh skor 76 – 89

C (Cukup)             : Apabila memperoleh skor 66 – 75

BC (Cukup baik)  : Apabila memperoleh skor 56 - 65

K (Kurang)           : Apabila memperoleh skor di bawah 56


4. Penilaian Keterampilan

    4.1. Tugas Praktek

                 Guru membagi kelompok dengan jumlah anggota tujuh siswa untuk praktek bermain peran (drama) dengan tema penerapan K3 di lingkungan kantor. Misal, drama yang di dalamnya terdapat demonstrasi situasi darurat seperti gempa bumi atau kebakaran.

    4.2. Instrumen penilaian

NO

NAMA

ASPEK PENILAIAN

Materi

Ketepatan dalam prosedur K3

Ide/Kreativitas

Penjiwaan

Kekompakan kelompok

1

 

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

5

 

 

 

 

 

 

6

 

 

 

 

 

 

7

 

 

 

 

 

 


Sekian untuk tulisan ini, semoga bermanfaat!

Terima kasih


    Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Komentar