Media Pembelajaran
Pembelajaran K3 dengan Video Animasi
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
- Agung Kuswantoro, S. Pd., M. Pd.
- Ahmad Saeroji, S. Pd., M. Pd.
Materi yang saya pilih adalah K3 (Kesehatan dan Keselamatan
Kerja) Perkantoran dalam mata pelajaran Otomatisasi dan Tata Kelola Sarana dan
Prasarana.
Media yang saya gunakan adalah audio visual berupa video. Alasan saya memilih media audio visual karena simple dan mudah dipahami. Audio visual yang berarti menampilkan tidak hanya suara namun juga objeknya (dapat dilihat), dengan begitu pembelajaran akan lebih mudah dimengerti. Saya mengibaratkan media audio visual ini seperti sebuah buku prosedur bergambar, audionya yaitu tulisan yang berisi langkah-langkah (prosedur) dan visual yaitu ilustrasi dari setiap langkah. Banyak yang tidak paham apabila teks prosedur hanya sebatas tulisan saja namun jika disisipkan ilustrasi selain lebih menarik, ilustrasi tersebut dapat membantu seseorang yang akan menjalani prosedur tersebut.
Video untuk pembelajaran dapat dibuat sesuai ide dan kreativitas masing-masing dan semenarik mungkin agar para penonton tidak bosan. Videonya dapat berupa film pendek atau dokumenter, animasi dengan narasi, dan lain-lain. Audio dalam video selain untuk narasi atau menjelaskan, juga dapat sebagai penghibur/pengisi suasana, yang mana audionya dipilih sebaik mungkin agar tidak membosankan dan tidak bertabrakan dengan materi yang dibahas.
Alasan saya memilih media pembelajaran ini karena materi K3 Perkantoran yang di dalamnya terdapat materi tentang prosedur/tata cara tentunya tidak hanya cukup dijelaskan dengan kata-kata, siswa butuh gambaran/contoh untuk memahaminya. Karena itu saya menggunakan aplikasi VideoScribe dari Sparkol untuk membuat video animasi (media pembelajarannya).
VideoScribe cukup mudah digunakan dan memiliki fitur yang lengkap, di dalamnya tersedia banyak gambar dan template yang membantu membuat video animasi sehingga kita tidak perlu menggambarnya lagi. Jika ingin menambahkan gambar dari perangkat kita sendiri juga bisa. Materi disajikan dalam bentuk animasi dengan tampilan yang menarik sehingga siswa tidak merasa bosan.
B. Penilaian Hasil Belajar
1. Penilaian Sikap Religius
1.1. Teknik : Observasi
1.2. Instrumen : Lembar observasi (checklist)
|
No |
Nama Siswa |
Hasil Pengamatan |
|||
|
1 |
2 |
3 |
4 |
||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Keterangan:
1 : Berdoa sebelum pembelajaran
2 : Berdoa selesai pembelajaran
3 : Mengucapkan salam
4 : Menjawab salam
2. Penilaian Sikap Sosial
2.1. Teknik : Observasi
2.2. Instrumen : Lembar observasi
|
NO |
NAMA |
SIKAP |
|||||
|
Peduli |
Bertanggung
jawab |
Disiplin |
Santun |
Percaya
diri |
Jujur |
||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3. Penilaian Pengetahuan
3.1. Teknik : Tes tertulis
3.2. Instrumen : Soal essay
SOAL ESSAY
1. Apa yang dimaksud dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(K3) Perkantoran? Jelaskan!
2. Sebutkan tujuan diterapkannya K3 berdasarkan
Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja!
3. Sebutkan empat pengklasifikasian kecelakaan kerja menurut
ILO, serta contohnya masing-masing tiga!
4. Gambarkan teori Gunung Es kecelakaan kerja!
5. Bagaimana ergonomic mempengaruhi produktivitas kerja?
KUNCI JAWABAN
1. K3 Perkantoran adalah segala kegiatan untuk menjamin dan
melindungi keselamatan dan kesehatan karyawan melalui upaya pencegahan
kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di kantor.
2. Tujuan utama penerapan K3 berdasarkan Undang-Undang No 1 Tahun 1970 tersebut antara lain:
1) Melindungi dan menjamin keselamatan setiap tenaga kerja dan orang lain di tempat kerja.
2) Menjamin setiap sumber produksi dapat digunakan secara aman dan efisien
3) Meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas Nasional.
3. Menurut Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) tahun 1962 dalam Suma’mur (1987), klasifikasi kecelakaan kerja adalah sebagai berikut:
·
Berdasarkan jenis pekerjaan
Ø
Terjatuh
Ø
Tertimpa benda jatuh
Ø
Tertumbuk atau terkena benda-benda
Ø
Terjepit oleh benda
Ø
Gerakan-gerakan melebihi kemampuan
Ø
Pengaruh suhu tinggi
Ø
Terkena arus listrik
Ø
Kontak bahan berbahaya atau radiasi
·
Berdasarkan penyebab
Ø
Mesin, misalnya mesin pembangkit tenaga listrik,
mesin penggergajian kayu, dan sebagainya.
Ø
Alat angkut dan angkat, misalnya mesin angkat
dan peralatannya, alat angkut darat, udara dan air
Ø
Peralatan lain misalnya dapur pembakar dan pemanas,
instalasi pendingin, alat-alat listrik, bejana bertekanan, tangga, scaffolding
dan sebagainya.
Ø
Bahan-bahan, zat-zat dan radiasi, misalnya bahan
peledak, debu, gas, zat-zat kimia, dan sebagainya.
Ø
Lingkungan kerja (diluar bangunan, didalam
bangunan dan dibawah tanah).
·
Berdasarkan sifat luka atau kelainan
Ø
Patah tulang
Ø
Dislokasi (keseleo)
Ø
Regang otot
Ø
Memar dan luka dalam yang lain
Ø
Amputasi
Ø
Luka di permukaan
Ø
Gegar dan remuk
Ø
Luka bakar
Ø
Keracunan-keracunan mendadak
Ø
Pengaruh radiasi
·
Berdasarkan letak kelainan atau luka di tubuh
Ø
Kepala
Ø
Leher
Ø
Badan
Ø
Anggota atas
Ø
Anggota bawah
Ø Kelainan umum
4.
5. Ergonomi mempunyai peran yang sangat besar dalam lingkungan kerja. Hal ini dibuktikan dengan semua bidang pekerjaan selalu menerapkan konsep ergonomi. Ergonomi ini diterapkan pada dunia kerja agar pekerja merasa nyaman dan aman dalam melakukan pekerjaannya. Dengan begitu, maka kelelahan kerja baik kelelahan fisik maupun kelelahan psikis akan berkurang. Apabila kelelahan kerja berkurang maka tidak akan banyak terjadi kesalahan kerja dan penyakit akibat kerja. Kecepatan dan ketepatan kerja karyawan pun akan meningkat sehingga kinerja dan keluaran dalam proses produksi akan meningkat atau dengan kata lain produktivitas kerja para karyawan akan meningkat.
KISI-KISI
|
NO |
MATERI |
KISI-KISI |
||||
|
C1 |
C2 |
C3 |
C4 |
C5 |
||
|
1 |
Menjelaskan K3 Perkantoran |
|
|
|
|
|
|
2. |
Menyebutkan tujuan K3 berdasarkan UU No. 1 Tahun 1970 |
|
|
|
|
|
|
3. |
Mengklasifikasikan kecelakaan kerja menurut ILO |
|
|
|
|
|
|
4. |
Menggambarkan teori Gunung Es Kecelakaan Kerja |
|
|
|
|
|
|
5. |
Menjelaskan pengaruh ergonomic terhadap produktivitas kerja |
|
|
|
|
|
C2 : Memahami
C3 : Menerapkan
C4 : Menganalisis
C5 : Mengevaluasi
Pedoman Penskoran
Kriteria Penskoran
Jawaban yang paling mendekati kunci jawaban
|
Soal Nomor |
Bobot |
|
1 |
10 |
|
2 |
15 |
|
3 |
30 |
|
4 |
30 |
|
5 |
15 |
A (Sangat baik) :
Apabila memperoleh skor 90 – 100
B (Baik) :
Apabila memperoleh skor 76 – 89
C (Cukup) :
Apabila memperoleh skor 66 – 75
BC (Cukup baik) :
Apabila memperoleh skor 56 - 65
K (Kurang) :
Apabila memperoleh skor di bawah 56
4. Penilaian Keterampilan
4.1. Tugas Praktek
Guru membagi kelompok dengan jumlah anggota tujuh siswa untuk praktek bermain peran (drama) dengan tema penerapan K3 di lingkungan kantor. Misal, drama yang di dalamnya terdapat demonstrasi situasi darurat seperti gempa bumi atau kebakaran.
4.2. Instrumen penilaian
|
NO |
NAMA |
ASPEK PENILAIAN |
||||
|
Materi |
Ketepatan dalam prosedur K3 |
Ide/Kreativitas |
Penjiwaan |
Kekompakan kelompok |
||
|
1 |
|
|
|
|
|
|
|
2 |
|
|
|
|
|
|
|
3 |
|
|
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
|
|
5 |
|
|
|
|
|
|
|
6 |
|
|
|
|
|
|
|
7 |
|
|
|
|
|
|
Sekian untuk tulisan ini, semoga bermanfaat!
Terima kasih
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Komentar
Posting Komentar